Memilih Bata Merah yang Baik

Jika membicarakan masalah membangun rumah pastinya akan sangat banyak sekali hal-hal yang perlu dibahas. Mulai dari pembangunannya, pemilihan bahan, sampai penataan interior maupun eksterior rumah. Dalam membangun rumah maupun bangunan lainnya, membutuhkan konsep serta pemilihan bahan yang tepat. Hal itu untuk menghindari nantinya rumah tidak kokoh ataupun tidak pas seperti yang kita harapkan. Nah, jika kita sudah memilih dan membuat rancangan konsep rumah yang kita inginkan, maka selanjutnya adalah memilih bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rumah. Seperti yang kita ketahui bahwa membangun rumah itu ada beberapa aspek yang sangat penting. Aspek yang penting adalah kerangka dan pondasi rumah. Kerangka dan pondasi rumah akan menjadi tumpuan dari rumah itu sendiri. Oleh karena itu, kerangka dan pondasi rumah haruslah dibuat dengan ukuran yang benar dan pemasangannya yang pas. Jangan sampai salah perhitungan nantinya rumah akan miring ataupun tidak kokoh berdirinya. Berbicara masalah kerangka rumah sendiri tidak bisa dilepaskan dari yang namanya dinding, bukan? Dinding rumah pada umumnya terbuat dari bahan batu bata. Batu bata atau yang biasa disebut dengan bata merah memang sangat umum digunakan oleh rumah-rumah di Indonesia. Kali ini kita akan membahas batu bata tersebut secara lengkap.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bata merah atau batu bata merupakan salah satu material bahan yang digunakan untuk membuat dinding rumah atau bangunan lainnya. Mengapa bisa merah dan terbuat dari bahan apa? Mungkin kita akan sangat awam dengan cara pembuatannya, bukan? Ya, batu bata ini terbuat dari tanah liat yang mana untuk menjadi kokoh dibakar sampai warnanya berubah menjadi orange atau kemerahan. Kualitas dari batu bata sendiri juga dipengaruhi oleh kualitas bahan bakunya yaitu si tanah liat. Proses pembakaran batu bata pun juga turut mempengaruhi kualitas si batu bata. Namun, sayangnya seiring perkembangan zaman dan teknologi, penggunaan batu bata menjadi semakin menurun. www.mesinplester.com Material-material yang baru seperti batu ringan, gipsum, bambu, dan lainnya banyak dipilih karena harganya lebih murah ketimbang batu bata. Untuk masalah hasil arsitekturnya pun lebih menarik untuk beberapa orang.

Meskipun banyak pesaing bahan lainnya, bata merah tetap memiliki kelebihannya. Material ini sangat tahan terhadap panas. Oleh karena itu, dapat menjadi perlindungan bagi rumah kita dari bahaya api. Kelebihan lainnya dari batu bata adalah ukurannya cukup mudah saat pengangkutan, cukup terjangkau harganya, tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasanganya, mudah untuk membentuk bidang yang kecil, tentunya bagi orang-orang Indonesia sangat mudah untuk menemukan batu bata ini karena beberapa daerah di Indonesia merupakan produsen si batu bata ini, untuk perekatnya kita tidak perlu perekat yang khusus, dan sebagainya. Menggunakan bata merah yang berkualitas dengan perekatnya, tentunya akan membuat rumah terhindar dari resapan air hujan. Namun, batu bata ini juga memiliki beberapa kekurangan antara lain yaitu:

  1. Cukup menyerap panas saat musim panas atau kemarau.
  2. Lebih boros material perekatnya.
  3. Memiliki kualitasnya masing-masing, sehingga kita harus mencari kualitas yang terbaik.
  4. Kadang ada bagian batu bata yang tidak sama, sehingga kita perlu merapikan ujung atau bagian lainnya pada batu bata. Selain itu, juga dibutuhkan perekat yang cukup banyak agar dinding yang dihasilkan rata.
  5. Untuk ukuran beratnya memang cukup berat.
  6. Waktu pemasangan si batu bata lebih lama dibandingkan dengan dinding dari bahan lainnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Material Bata Ringan

Rumah itu ibarat sebuah kue ataupun roti. Ya, di dalam kue tentunya ada bahan-bahan komponen yang mana digabungkan akan menjadi sebuah kue yang enak. Nah, seperti halnya sebuah rumah, di dalam rumah memiliki banyak komponen agar dapat menjadi rumah yang indah dan kokoh. Rumah yang indah saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan keadaan rumah yang kokoh. Berbicara masalah komponen rumah, ada banyak sekali printilannya. Seperti yang kita ketahui bahwa membangun sebuah rumah membutuhkan persiapan yang matang, tidak hanya terkait dengan biayanya saja, melainkan juga dengan konsepnya. Konsep nantinya akan berhubungan dengan material yang digunakan untuk membangun rumah. Material rumah sendiri tidak bisa kita lepaskan dari 3 aspek yaitu pondasi rumah, kerangka rumah dan atap rumah. Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah masalah kerangka rumah. Berbicara masalah kerangka rumah erat hubungannya dengan dinding rumah, bukan? Bahan atau material untuk dinding mungkin kita tidak akan asing dengan yang namanya batu bata atau bata merah, bukan? Ya, tetapi selain bata merah kita dapat membuat dinding dengan yang namanya bata ringan.

Mungkin kita masih cukup asing dengan bata ringan. Karena pada dasarnya rumah-rumah di Indonesia sebagian besarnya menggunakan yang namanya bata merah atau batu bata. Namun, seiring berjalannya waktu kini batu merah sudah mulai tersaingi dengan penggunaan si batu yang satu ini. Jika terlihat dari tampilannya si batu yang dikatakan ringan ini memang tidak jauh berbeda dengan batu bata. Memang secara kasat mata bedanya adalah pada warnanya. Batu ini memiliki warna putih atau lebih keabu-abuan, sedangkan sesuai dengan batu bata atau bata merah yang memiliki warna merah keoranyean. Fungsinya memang sama dengan bata merah, tetapi batu ini dibuat dengan sistem yang lebih baru dan modern. Namanya saja sudah dibuat secara lebih modern, ada yang membuatnya di pabrikan ataupun di rumahan alias produk rumahan. Dengan begitu, menjadikan produksi batu ini dari segi ukurannya seragam dan memiliki kualitas yang sama ataupun baku. Memang tampilan batu ini kelihatan lebih besar ketimbang dari bata merah. Namun, beratnya lebih ringan dibanding bata merah tadi. Karena ringan, maka material batu ini dianjurkan digunakan untuk rumah dengan lantai satu saja. Kecuali struktur pondasi rumah sudah ditumpu dengan kolom dan juga balok.

Jika bertanya-tanya mengapa bata ringan ini dapat dikatakan ringan? Ya, jawabannya karena di dalamnya terdapat rongga-rongga udara yang membuat batu ini menjadi lebih ringan dibanding material lainnya. Yuk, mari kita cari tahu apa saja kelebihan dari penggunaan batu yang satu ini, antara lain yaitu lebih ringan sehingga memperingan beban struktur, kuat dengan tekanan tinggi, lebih kedap suara dibanding bahan lainnya, tidak perlu siar yang banyak untuk perekatnya, punya bentuk yang lebih presisi dan seragam untuk jumlah yang banyak, tidak butuh plesteran yang tebal, tidak menggunakan pasir untuk pekerjaan plesteran dan juga perekat, maka area pembangunan rumah atau proyek lebih bersih, dan lainnya. Lalu, apa saja kekurangan batu ringan ini? Antara lain yaitu:

  1. Jika terkena air, maka proses pengeringannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
  2. Harga bata ini lebih mahal dibanding dengan bata lainnya.
  3. Membutuhkan tenaga yang ahli memasang bata ini.
  4. Pembeliannya butuh jumlah yang banyak.
  5. Perlu menggunakan roskam bergerigi untuk menempelkan semen mortarnya.
  6. Jika menggunakan batu ringan yang kualitasnya jelek dapat membuat air merembes dan merusak cat dinding.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s