Apa Itu Bataton Atau Bata Beton?

Apa itu bataton – Bagi beberapa orang memilih lebih senang dan puas jika membangun rumah dibandingkan membeli rumah yang sudah jadi. Ya, seperti yang kita ketahui bahwa jika membangun rumah dari awal kita dapat merancangnya sendiri dari segala aspek. Selain itu pun, kita sebagai pemilik rumah dapat memilih bahan untuk pembangunannya. Sebelum membahas mengenai pemilihan bahan, lebih baik kita membicarakan masalah konsep rumah yang kita inginkan. Inilah kelebihan jika membangun rumah dari awal, kita dapat menyusun seperti apa rumah yang kita inginkan, apakah model minimalis, klasik, american style, modern, atau model lainnya. Interior, eksterior, serta perabotan di dalamnya pun kita dapat sesuaikan dengan model atau konsep bangunan rumah kita. Setelah itu, hal yang menyenangkan lainnya adalah kita dapat memilih sendiri kualitas bahan yang kita gunakan untuk membangun rumah kita. Hal ini penting karena banyak kasus, dimana membeli rumah yang sudah jadi, tetapi baru sebentar ditempati, ada bagian-bagian yang sudah rapuh ataupun tidak awet. Tentunya hal itu akan sangat merugikan diri kita, bukan? Dalam membangun rumah, tentunya diperlukan untuk pemilihan bahan yang tepat, khususnya untuk pembangunan 3 aspek penting yaitu pondasi rumah, kerangka dinding rumah, dan juga atap rumah. Kali ini kita akan membahas seputaran bahan untuk membuat dinding rumah seperti bataton. Apa itu bataton?

Apa itu bataton, pastinya banyak orang bertanya-tanya seperti apa itu bataton. Apakah ada hubungannya dengan beton? Ya, memang benar ada hubungannya dengan beton. Seperti yang kita ketahui bahwa biasanya kita membangun rumah dengan menggunakan material yang dinamakan batu bata atau bata merah, bukan? Ya, memang sebagian besar rumah-rumah di Indonesia menggunakan bata merah dan juga bata ringan untuk membangun dinding rumah. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar produsen pembuat bata merah ataupun bata ringan masih tradisional sehingga proses produksinya masih konvensional. Dengan begitu pembuatan batu merah dan bata ringan tergantung dari cuacanya. Jika hujan maka bata merah tidak bisa dioven atau dikeringkan di bawah matahari. Belum lagi ukuran batu bata atau bata merah yang tidak presisi atau sama, membuat orang yang memasang batu bata ini membutuhkan waktu untuk memasanganya. Karena hal-hal tersebutlah membuat orang-orang mulai memilih menggunakan bataton. Bataton atau bata beton terbuat dari bahan-bahan seperti semen ditambah dengan bahan lainnya yaitu pasir, air, dan bahan lainnya. Pada umumnya bataton terdiri dari 3 jenis yaitu:

  1. Bata Beton Interlock, memiliki rongga. Di kedua sisinya ada cekungan dan tonjolan. Pengunciannya dengan membuat posisi beton tidak bergeser dan mengikat 2 arah.
  2. Bata Beton Aerasi, memiliki bobot yang ringan. Bataton jenis ini sangat cocok untuk rumah bertingkat karena tidak akan membebani struktur dinding di lantai bawah. Bataton ini tahan air, kedap suara, dan juga tahan api.
  3. Bata beton berongga, bentuk bataton ini terdiri bentuk H untuk badan dinding, U untuk pengikat pondasi, dan setengah H untuk tambahan. Rongga yang ada ditengahnya dapat digunakan untuk menempatkan kabel listrik dan jalur pipa kabel.

Sudah tahu bukan apa itu bataton dan jenisnya? Nah, tentunya bataton memiliki kelebihannya dibanding dengan bata merah ataupun bata ringan. Kelebihan dari bataton antara lain yaitu ukurannya lebih besar dari bata merah sehingga membuat hemat waktu pengerjaan, ukuran yang sama membuat kemudahan dalam pembuatan dinding, menghemat biaya pembuatan dinding, dan sebagainya.

Memilih Bata Merah yang Baik

Jika membicarakan masalah membangun rumah pastinya akan sangat banyak sekali hal-hal yang perlu dibahas. Mulai dari pembangunannya, pemilihan bahan, sampai penataan interior maupun eksterior rumah. Dalam membangun rumah maupun bangunan lainnya, membutuhkan konsep serta pemilihan bahan yang tepat. Hal itu untuk menghindari nantinya rumah tidak kokoh ataupun tidak pas seperti yang kita harapkan. Nah, jika kita sudah memilih dan membuat rancangan konsep rumah yang kita inginkan, maka selanjutnya adalah memilih bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rumah. Seperti yang kita ketahui bahwa membangun rumah itu ada beberapa aspek yang sangat penting. Aspek yang penting adalah kerangka dan pondasi rumah. Kerangka dan pondasi rumah akan menjadi tumpuan dari rumah itu sendiri. Oleh karena itu, kerangka dan pondasi rumah haruslah dibuat dengan ukuran yang benar dan pemasangannya yang pas. Jangan sampai salah perhitungan nantinya rumah akan miring ataupun tidak kokoh berdirinya. Berbicara masalah kerangka rumah sendiri tidak bisa dilepaskan dari yang namanya dinding, bukan? Dinding rumah pada umumnya terbuat dari bahan batu bata. Batu bata atau yang biasa disebut dengan bata merah memang sangat umum digunakan oleh rumah-rumah di Indonesia. Kali ini kita akan membahas batu bata tersebut secara lengkap.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bata merah atau batu bata merupakan salah satu material bahan yang digunakan untuk membuat dinding rumah atau bangunan lainnya. Mengapa bisa merah dan terbuat dari bahan apa? Mungkin kita akan sangat awam dengan cara pembuatannya, bukan? Ya, batu bata ini terbuat dari tanah liat yang mana untuk menjadi kokoh dibakar sampai warnanya berubah menjadi orange atau kemerahan. Kualitas dari batu bata sendiri juga dipengaruhi oleh kualitas bahan bakunya yaitu si tanah liat. Proses pembakaran batu bata pun juga turut mempengaruhi kualitas si batu bata. Namun, sayangnya seiring perkembangan zaman dan teknologi, penggunaan batu bata menjadi semakin menurun. www.mesinplester.com Material-material yang baru seperti batu ringan, gipsum, bambu, dan lainnya banyak dipilih karena harganya lebih murah ketimbang batu bata. Untuk masalah hasil arsitekturnya pun lebih menarik untuk beberapa orang.

Meskipun banyak pesaing bahan lainnya, bata merah tetap memiliki kelebihannya. Material ini sangat tahan terhadap panas. Oleh karena itu, dapat menjadi perlindungan bagi rumah kita dari bahaya api. Kelebihan lainnya dari batu bata adalah ukurannya cukup mudah saat pengangkutan, cukup terjangkau harganya, tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasanganya, mudah untuk membentuk bidang yang kecil, tentunya bagi orang-orang Indonesia sangat mudah untuk menemukan batu bata ini karena beberapa daerah di Indonesia merupakan produsen si batu bata ini, untuk perekatnya kita tidak perlu perekat yang khusus, dan sebagainya. Menggunakan bata merah yang berkualitas dengan perekatnya, tentunya akan membuat rumah terhindar dari resapan air hujan. Namun, batu bata ini juga memiliki beberapa kekurangan antara lain yaitu:

  1. Cukup menyerap panas saat musim panas atau kemarau.
  2. Lebih boros material perekatnya.
  3. Memiliki kualitasnya masing-masing, sehingga kita harus mencari kualitas yang terbaik.
  4. Kadang ada bagian batu bata yang tidak sama, sehingga kita perlu merapikan ujung atau bagian lainnya pada batu bata. Selain itu, juga dibutuhkan perekat yang cukup banyak agar dinding yang dihasilkan rata.
  5. Untuk ukuran beratnya memang cukup berat.
  6. Waktu pemasangan si batu bata lebih lama dibandingkan dengan dinding dari bahan lainnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Material Bata Ringan

Rumah itu ibarat sebuah kue ataupun roti. Ya, di dalam kue tentunya ada bahan-bahan komponen yang mana digabungkan akan menjadi sebuah kue yang enak. Nah, seperti halnya sebuah rumah, di dalam rumah memiliki banyak komponen agar dapat menjadi rumah yang indah dan kokoh. Rumah yang indah saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan keadaan rumah yang kokoh. Berbicara masalah komponen rumah, ada banyak sekali printilannya. Seperti yang kita ketahui bahwa membangun sebuah rumah membutuhkan persiapan yang matang, tidak hanya terkait dengan biayanya saja, melainkan juga dengan konsepnya. Konsep nantinya akan berhubungan dengan material yang digunakan untuk membangun rumah. Material rumah sendiri tidak bisa kita lepaskan dari 3 aspek yaitu pondasi rumah, kerangka rumah dan atap rumah. Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah masalah kerangka rumah. Berbicara masalah kerangka rumah erat hubungannya dengan dinding rumah, bukan? Bahan atau material untuk dinding mungkin kita tidak akan asing dengan yang namanya batu bata atau bata merah, bukan? Ya, tetapi selain bata merah kita dapat membuat dinding dengan yang namanya bata ringan.

Mungkin kita masih cukup asing dengan bata ringan. Karena pada dasarnya rumah-rumah di Indonesia sebagian besarnya menggunakan yang namanya bata merah atau batu bata. Namun, seiring berjalannya waktu kini batu merah sudah mulai tersaingi dengan penggunaan si batu yang satu ini. Jika terlihat dari tampilannya si batu yang dikatakan ringan ini memang tidak jauh berbeda dengan batu bata. Memang secara kasat mata bedanya adalah pada warnanya. Batu ini memiliki warna putih atau lebih keabu-abuan, sedangkan sesuai dengan batu bata atau bata merah yang memiliki warna merah keoranyean. Fungsinya memang sama dengan bata merah, tetapi batu ini dibuat dengan sistem yang lebih baru dan modern. Namanya saja sudah dibuat secara lebih modern, ada yang membuatnya di pabrikan ataupun di rumahan alias produk rumahan. Dengan begitu, menjadikan produksi batu ini dari segi ukurannya seragam dan memiliki kualitas yang sama ataupun baku. Memang tampilan batu ini kelihatan lebih besar ketimbang dari bata merah. Namun, beratnya lebih ringan dibanding bata merah tadi. Karena ringan, maka material batu ini dianjurkan digunakan untuk rumah dengan lantai satu saja. Kecuali struktur pondasi rumah sudah ditumpu dengan kolom dan juga balok.

Jika bertanya-tanya mengapa bata ringan ini dapat dikatakan ringan? Ya, jawabannya karena di dalamnya terdapat rongga-rongga udara yang membuat batu ini menjadi lebih ringan dibanding material lainnya. Yuk, mari kita cari tahu apa saja kelebihan dari penggunaan batu yang satu ini, antara lain yaitu lebih ringan sehingga memperingan beban struktur, kuat dengan tekanan tinggi, lebih kedap suara dibanding bahan lainnya, tidak perlu siar yang banyak untuk perekatnya, punya bentuk yang lebih presisi dan seragam untuk jumlah yang banyak, tidak butuh plesteran yang tebal, tidak menggunakan pasir untuk pekerjaan plesteran dan juga perekat, maka area pembangunan rumah atau proyek lebih bersih, dan lainnya. Lalu, apa saja kekurangan batu ringan ini? Antara lain yaitu:

  1. Jika terkena air, maka proses pengeringannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
  2. Harga bata ini lebih mahal dibanding dengan bata lainnya.
  3. Membutuhkan tenaga yang ahli memasang bata ini.
  4. Pembeliannya butuh jumlah yang banyak.
  5. Perlu menggunakan roskam bergerigi untuk menempelkan semen mortarnya.
  6. Jika menggunakan batu ringan yang kualitasnya jelek dapat membuat air merembes dan merusak cat dinding.